Warga Binaan Lapas Pemuda Madiun
Produksi 500 Tas Sablon Pesanan PT INKA
Madiun,
– NIZAMPUTRAMEDIA.com
Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun kembali menunjukkan komitmennya
dalam meningkatkan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui kegiatan
kerja produktif. Kali ini, Lapas Pemuda Madiun menerima pesanan pembuatan 500
tas sablon dari PT INKA.
Hal
tersebut terlihat ketika para Warga Binaan tampak sibuk melakukan proses
produksi tas sablon di Balai Latihan Kerja (BLK) Lapas Pemuda Madiun, Kamis
(5/3).
Mulai
dari tahap persiapan bahan, proses sablon, hingga finishing dilakukan secara
teliti oleh Warga Binaan yang telah mendapatkan pelatihan keterampilan
sebelumnya.
Kegiatan
ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan untuk
membekali Warga Binaan dengan keterampilan kerja yang bermanfaat sebagai bekal
setelah kembali ke masyarakat.
Kepala
Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), Denny Wahyu Kristanto, menyampaikan bahwa
pesanan tersebut merupakan hasil dari kolaborasi dan kepercayaan pihak luar
terhadap kualitas hasil karya Warga Binaan.
“Pesanan
tas sablon ini menjadi bukti bahwa hasil karya Warga Binaan memiliki kualitas
yang baik dan mampu bersaing. Kami terus mendorong kolaborasi dengan berbagai
pihak agar program pembinaan kemandirian dapat berjalan optimal serta
memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan,” ujarnya.
Senada
dengan hal tersebut, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo, menyampaikan
bahwa kegiatan produksi ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi
juga menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab bagi Warga Binaan.
“Kami
berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian di Lapas
Pemuda Madiun. Melalui kegiatan seperti ini, Warga Binaan dapat memperoleh
keterampilan serta pengalaman kerja yang diharapkan menjadi bekal positif
ketika mereka kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Melalui
kegiatan produksi pesanan tas sablon ini, Lapas Pemuda Madiun berharap Warga
Binaan dapat semakin produktif, kreatif, serta memiliki kemampuan kerja yang
dapat mendukung proses reintegrasi sosial setelah menjalani masa pembinaan.
(RED).

0 Komentar